Dari Margherita hingga Pecinta Daging: Evolusi Topping Pizza


Pizza adalah hidangan favorit yang telah dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia selama berabad-abad. Meskipun pizza Margherita klasik, dengan taburan saus tomat, keju mozzarella, dan basil, selalu menjadi favorit, topping pizza telah berevolusi selama bertahun-tahun dengan menyertakan berbagai macam bahan dan kombinasi rasa. Dari topping tradisional seperti pepperoni dan jamur hingga pilihan yang lebih menantang seperti nanas dan jalapeƱos, tersedia topping pizza yang sesuai dengan setiap selera.

Sejarah topping pizza dapat ditelusuri kembali ke asal muasal masakan itu sendiri. Pizza Margherita, yang dibuat di Naples, Italia pada tahun 1889, konon diberi nama setelah Ratu Margherita dari Savoy. Kombinasi sederhana antara tomat, mozzarella, dan basil dimaksudkan untuk mewakili warna bendera Italia. Pizza klasik ini tetap populer selama bertahun-tahun dan masih dinikmati oleh pecinta pizza di seluruh dunia.

Ketika pizza menyebar ke luar Italia dan menjadi hidangan populer di negara-negara seperti Amerika Serikat, topping baru diperkenalkan untuk menyesuaikan selera berbagai daerah. Pepperoni, sejenis salami, dengan cepat menjadi topping favorit di AS dan kini menjadi salah satu topping pizza terpopuler di negara tersebut. Topping populer lainnya di AS termasuk jamur, bawang bombay, paprika, dan sosis.

Dalam beberapa tahun terakhir, topping pizza menjadi lebih beragam dan penuh petualangan. Topping pizza gourmet seperti arugula, prosciutto, dan minyak truffle telah menjadi populer di restoran pizza kelas atas, sementara jaringan restoran pizza seperti Domino’s dan Pizza Hut telah memperkenalkan topping unik seperti ayam barbekyu dan saus kerbau. Topping vegetarian dan vegan seperti artichoke, paprika merah panggang, dan keju vegan juga semakin banyak tersedia, mencerminkan tren yang berkembang menuju pola makan nabati.

Salah satu topping pizza yang paling kontroversial adalah nanas. Meskipun beberapa orang menyukai rasa nanas yang manis dan tajam pada pizza mereka, yang lain menganggap menambahkan buah pada hidangan gurih adalah tindakan yang tidak sopan. Pizza Hawaii, dengan topping ham, nanas, dan keju, menjadi topik yang memecah belah di kalangan pecinta pizza, dengan beberapa orang menyatakannya sebagai makanan yang menjijikkan dan yang lain mempertahankannya sebagai kombinasi yang lezat.

Apakah Anda lebih suka pizza Margherita klasik atau Meat Lovers yang diisi dengan pepperoni, sosis, dan bacon, topping pizza tidak dapat disangkal keserbagunaan dan kemampuan beradaptasi. Dari yang tradisional hingga yang tidak konvensional, tersedia topping pizza yang sesuai dengan setiap selera dan preferensi makanan. Jadi lain kali Anda memesan pizza, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan jelajahi kemungkinan topping pizza yang tiada habisnya. Siapa tahu, Anda mungkin menemukan kombinasi favorit baru Anda.